Outcome Based Education (OBE) Jadi Strategi Kunci Tingkatkan Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi

Makassar – Outcome Based Education (OBE) dinilai sebagai strategi penting dalam meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi agar lebih relevan dengan kebutuhan nyata dunia industri dan ketenagakerjaan. OBE menekankan pada pencapaian kompetensi yang terukur, bukan hanya sebatas penguasaan pengetahuan teoritis.

Hal ini disampaikan oleh Bakhtiar Hammade, S.T., M.M., Sub Koordinator Bidang Uji Coba Program, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, dalam Lokakarya Kurikulum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan, Jumat (22/8/2025) di Hotel MaxOne, Makassar.

Menurut Bakhtiar, dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya berbekal ijazah, melainkan juga memiliki kemampuan nyata berupa hard skill, soft skill, serta moral yang dapat diimplementasikan secara langsung.

“Outcome Based Education memastikan lulusan benar-benar siap menjawab kebutuhan industri. Pertanyaannya bukan lagi ‘saya belajar apa,’ tetapi ‘saya bisa apa,’ sehingga kompetensi lulusan menjadi lebih terukur dan sesuai tuntutan zaman,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa implementasi OBE menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mendukung resiliensi ketenagakerjaan Indonesia di tengah dinamika global, transformasi digitalisasi, dan transisi menuju green economy. Lokakarya ini menjadi salah satu langkah strategis bagi UMI dalam memperkuat desain kurikulum agar dapat menghasilkan lulusan yang kompetitif, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(red)

Share the Post:

Related Posts