Kuala Lumpur, Malaysia – 15 Juli 2025 – Konferensi ASEAN Training Market Conference (ATMC) yang digelar dalam rangka ASEAN Year of Skills (AYOS) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, berhasil mempertemukan lebih dari 500 peserta dari berbagai negara ASEAN. Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk memperkuat kerjasama antara sektor publik dan swasta dalam merancang program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Dalam konferensi ini, beberapa tema penting yang menjadi fokus pembahasan meliputi transformasi digital dalam pembelajaran dan pelatihan, pengembangan kapasitas instruktur dan pelatih agar lebih siap menghadapi tuntutan industri, perluasan akses pelatihan kerja untuk masyarakat, serta penyesuaian kurikulum pelatihan agar lebih sesuai dengan dinamika pasar tenaga kerja. Selain itu, penguatan pengakuan lintas batas untuk sertifikasi keterampilan juga menjadi perhatian utama untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja ASEAN di kancah global.
Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara internasional yang ahli di bidangnya. Di antaranya adalah Yue Yean Feng dari IBM Asia Pacific, yang berbagi wawasan tentang inovasi digital dalam pelatihan, Mary Kent dari ILO yang menyampaikan strategi peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan Dr. Markus Bernhardt yang membahas tentang peran kecerdasan buatan dalam pengembangan sumber daya manusia.
Delegasi Indonesia juga turut berpartisipasi dalam konferensi ini. Salah satunya adalah Dr. Rusdiah, M.Hum., Dekan Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang hadir atas undangan dari Muhammad Ali, S.S., M.A., Ph.D., Koordinator Nasional Indonesia untuk ASEAN Year of Skills 2025.
Melalui konferensi ini, diharapkan akan terjalin konektivitas yang lebih kuat dalam pelatihan tenaga kerja di kawasan ASEAN. Dengan adanya harmonisasi standar pelatihan dan peningkatan kolaborasi antar negara-negara ASEAN, diharapkan tenaga kerja ASEAN akan lebih siap menghadapi tantangan era digital dan pasar global.





