Makassar, 23 Juli 2025 – Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapkan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pada Tahun Akademik 2025/2026. Sebagai langkah awal, FSIKP UMI menggelar kegiatan benchmarking ke Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Negara (IKN) pada Senin, 21 Juli 2025, di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dekan FSIKP UMI, Dr. Rusdiah, M.Hum., bersama Ketua Pengendali Sistem Mutu FSIKP UMI, Dr. Nurfathana Mazhud, S.Pd., M.Pd., diterima langsung oleh Direktur Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Dr. Muhsin Palinrungi, S.S., M.A., di Kantor Otorita IKN. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Rusdiah menyampaikan bahwa pemahaman tentang ekonomi kreatif sangat penting dalam penyusunan kurikulum OBE. Menurutnya, fokus kurikulum OBE adalah pada hasil pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja dan kebutuhan industri, sehingga ekonomi kreatif yang terus berkembang pesat harus disesuaikan dengan kebutuhan belajar di tingkat perguruan tinggi.
Dr. Rusdiah juga menekankan pentingnya integrasi kebudayaan dan pariwisata dalam kurikulum FSIKP UMI. Ia berharap lulusan FSIKP UMI dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pelestarian warisan budaya, dan peningkatan pemahaman antarbudaya.
Sementara itu, Dr. Muhsin Palinrungi menyambut baik kegiatan benchmarking ini dan berharap mahasiswa FSIKP UMI dapat bersaing sesuai dengan target pendidikan abad 21. Ia juga menawarkan peluang bagi mahasiswa FSIKP UMI untuk melakukan magang, riset budaya, dan terlibat dalam festival budaya serta kegiatan lainnya yang programnya ada di Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN.
Dengan langkah ini, FSIKP UMI berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja melalui pendekatan kurikulum yang berbasis pada hasil pembelajaran yang terukur dan relevan.





